Aku pernah dipukul, disakiti, bahkan dihantam habis-habisan, bahkan, aku sampai dibuat miring. Sampai tetanggaku, aku miring 23 derajat 1/2 lebih pendek dari biasanya. Tapi, semua itu, rabakal luntur tresnomu. Tetanggaku bilang, ngomong apa lah aku ini, tapi itu gak buatku viral.
Bab 2 = Sekali pukul dan Bam!
Dulu, dulu sekali, aku tak sebiru ini, yang membuatku sebagai the amazing sibiru, yang ternyata ku bukan mobil. Ku bulat sama dengan tetanggaku. Kini aku akan membidik satu-satunya, btw, teman-temanku di luar angkasa mengawasiku, apa yang terjadi denganku. Bahkan, ku tahu, disana mereka kesusahan meski dengan penuh canda dan tawa. Seakan udah lama, kini aku telah berubah. Ceritaku itu dulu, sudah lebih jutaan tahun yang lalu, aku mengawasi para dino dan saurus. Kadang ramah, bahkan suka berantem. Satu dino itu mengawsi dari jauh, ada bola seperti api. Dikiranya bola saat pertandingan big match, ia abaikan aja. Tapi, tak disangka, kegelisahan sibiru tak digubris para dino dan saurus itu masih berantam habis-habisan, lalu tiba-tiba tanah bergetar, tak beraturan dan mereka semua berguncang, sibiru terkena pukulan pertama. Tapi tak berlangsung lama, entah ulah siapa, sibiru dipukul habis-habisan dalam sehari suntuk and that is dino dan saurus itu mati tak berdaya. Mungkin sibiru menduga itu ulah si langit dan langit. Tapi bukan langit dekat loteng.
Di sisi berbeda, aku entah dimana, seperti sebuah batu datar dan tak ku pikirkan, ku langsung jatuhkan diri. Then, something strange. I never heard, I too deepest, sampai I entah dimana, aku menemukan dunia baru. Ini aneh, aku jatuh ke bawah, terus ke bawah, tiba-tiba keluar, ini agak aneh.
Kutinggalkan untuk ini, and now, I at di sebuah gurun, tapi bukan gurun yang dulu. Ku melihat api, ketahuan lagi, aku bersama api. Ku lagi liburan, tiba-tiba dia dapat sebuah batu, agak aneh dari yang lain. Beberapa jam lalu, anak-anakku baru senang-senang lihat gurun, main batu dan melihat batu bergelinding. I found what my children gave, keesokan harinya saya berencana jual batu itu. Sibiru tak tega, melihat batu kecil, masih muda menangis tak kira-kira. Itulah dia yang sibiru kenal. Chlo and Rodite.
Kini di masa kelamku. Aku ini rumit, sibiru yang dulu buhkan dari objek biru, tapi ku from fire and rock.Dulu ku tak berair. Aku panas memerah karena terbakar, bukan maru. Rupanya air datang setelah menabrakku dengan seseorang yang tak ku kenal dan si putih abu-abu belum ada waktu itu.
Waktu 19 and 69 di masa orang pertama pergi ke negeri putih abu-abu by rocket, waktu dulu. Pacarku di kursi malas melihat hitam putih yang gak hitam itu melihat uncle ku terbang ke sana, katanya ia makan sandwich enak. Kini dia udah kesana (entah om I ada di mana?)
Di sisi lainnya, ku di cuaca yang dingin rasanya. Kakekku melihat pesawat yang sering ku dengar. Pesawatnya kaya capung.Kakekku berencana cari udang. Tapi gimana di ice yang padat tiba-tiba meleleh, ku di dalam. Tapi kakek bilaang tak apa, mulai aja dulu. Aku sibik-sibuk cari udang, kakek mengawasi, tiba-tiba suatu berguncang, sepertinya airnya naik. Ku kaget, kakek heran, kok itu secepat itu. Buru-buru untuk cepat naik, and eventually I and my granny get well and satisfied.
Itulah pasang dan surut yang dilakukan oleh si putih abu-abu kecil itu. Dulu dia gak ada, dia hanyalah butiran debu dari sibiru. Aku dan si putih abu-abu itu bersaudara, until ada yang dikenal menabrakku dan pecah berpuing-puing. Aku dulu puluhan kali lebih besar, ternyata I hanya seukuran bola berisi 14 ribu kilo aja, dan tibanya si putih abu-abu menjauh dariku sementara. Impact dari tabrakan yang udah lama setelah masa dino, sebelumnya aku lurus, tegap. Kini, sibiru kehilangan postur tegap. Ku miring 23 derajat lebih setengah agak pendek. Oleh ulah yang temanku dan tetanggaku yang julukannya a giant Theia, "siapa dia?" tanya sibiru.
Part 2: Last
Walau udah hampir miliaran tahun, kini ku berubah, makanya ku dikenal a lucky sibiru, si kecil yang beratnya gak lebih dari ratusan ton, ditabrak oleh 1 benda berukuran ribuan ton, dulu pernah dipukuli oleh ribuan bola api yang entah datang dari mana, kini aku punya saudara dengan bentuk yang lebih padet, they are si putih abu-abu yang sebenarnya kumpulan batuan, dan mengendalikan ku saat pasang dan surut. Next episode, aku yang sudah diupgrade, kini berhadapan dengan musuh utama. Si merah yang perkasa, kata tetanggaku beratnya bahkan puluhan ribu ton, panasnya luar biasa, terhitung 6000 K. Kini I punya secret weapon yang bisa meredam kekuatan 6000 K oleh si merah itu, entahlah K yang mana?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar