JUDUL TAJUK
Di dalam buku Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer ini banyak menjelaskan berbagai macam strategi-strategi yang dapat membantu guru dalam memberikan pembelajaran. Tentu strategi yang dijelaskan tidak hanya satu strategi saja, melainkan ada tujuh strategi dalam berbagai jenis sesuai kebutuhan pengajar.
Adapun tujuan dan manfaatnya mampu memberikan pengalaman-pengalaman secara tidak langsung sebagai pengganti pembaca dalam praktik menjadi guru. Dibuku ini juga dapat memberikan saran-saran dan langkah-langkah dalam mengajar dikelas. Secara khusus pembaca juga dapat memetik nilai-nilai keterampilan dan sikap dalam mengajar.
Buku ini diperuntukan bagi mahasiswa yang menempuh kuliah dengan basic pendidikan, sehingga nantinya dapat membantu mewujudkan calon-calon pengajar/guru yang cerdas dan inovatif.
Kelebihan Buku:
- Penjelasan mudah dipahami
- Penyajian sangat menarik
- Struktur bahasa sangat sesuai
Kekurangan Buku:
- Terdapat pembahasan yang masih kurang detail
Kesimpulan:
Buku Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer ini, yang ditulis oleh Made Wena sangat membantu para dosen dan mahasiswa yang akan menjadi tenaga pendidik bangsa agar dapat memiliki berbagai macam strategi pembelajaran secara akademik maupun nonakademik yang cerdas dan inovatif sehingga dapat mewujudkan calon peserta didik yang unggul. dan tidak hanya itu saja, buku ini juga sangat bermanfaat karena memiliki nilai-nilai yang berguna untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran.
Sumber Buku:
Made, Wena. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
(Atau cari sendiri manahakah tajuk yang tepat, comment di bawah ini)
Kini sendiri kuini, mencari MU tak tahu dimana, semoga tenang MU di sana klopp and ole.
Tegas Pep aqtaq mau bantuan MU
Judul yang tepat pada tajuk ini adalah
Berdasarkan Pengertian di atas Sejarah Perkembangan
Kini sendiri kuini, mencari MU tak tahu dimana, semoga tenang MU di sana klopp and ole.
Tegas Pep aqtaq mau bantuan MU
Judul yang tepat pada tajuk ini adalah
Berdasarkan Pengertian di atas Sejarah Perkembangan
(Di atas 1 tingkat ini adalah judul tajuk sebenarnya, kurang lebih) (Ajr : 2018)
Berdasarkan pengertian di atas, maka
Bimbingan Penyuluhan/ Bimbingan Konseling (dahulu), yaitu menitikberatkan pada siswa
yang beresiko/bermasalah. Sedangkan Bimbingan Konseling (sekarang), yaitu
melayani seluruh siswa (guidance for all).
Sejarah Perkembangan
Berdasarkan definisi berikut ini, maka
sejarah perkembangan Bimbingan Konseling, yaitu pelayanan Konseling dalam
system pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum
1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada
Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai
dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun
1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan
kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan
memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK semakin mantap pada
tahun 2001. Berikut ini adalah Perkembangan Bimbingan dan Konseling di
Indonesia Dahulu dan Sekarang
Periodisasi:
1) Bimbingan dalam periode Benih (1922-1960)
2) Bimbingan Pendidikan Formal dalam Periode
Pertumbuhan (1960-1971)
3) Bimbingan Pendidikan Formal dalam Periode Pembaruan
Pendidikan (1971-1983)
4 ) Bimbingan Pendidikan Formal dalam Periode Pendidikan
Modern (1983/1984-Sekarang)
Peristiwa: (1) Periode Benih, (2) Pendidikan formal periode Pertumbuhan
1) Winkel (1997: 79) menunjukkan gerakan
dalam sejarah Diknas mengandung benih-benih bimbingan yaitu asas Perguruan
Nasional Taman Pesdik th 1922 yang melandaskan dasar kebebasan bagi setiap
orang untuk mengatur dirinya serta keharusan peserta didik berusaha atas
kekuatannya sendiri. Kemudian di ikuti dengan metode dan paktek- praktek
sekolah tahun 1926 M. Syafi’i mendirikan sekolah yang merupakan benih-benih
bimbingan karir/jabatan yang pertama kali. Kemudian menandasarkan perlunya
inisiatif dan rasa tanggung jawab serta memberikan kesempatan kepada pendidik
untuk mengembangkan suatu ketrampilan yang cocok baginya. Setelah Indonesia
merdeka tanggal 17 Agustus 1945, terbentuklah beberapa kementerian, seperti
Kementerian P dan K pada waktu itu mendirikan SGB yang dipimpinan oleh M.
Syafi’i. Beliau mendapat kepercayaan memberikan latihan kepada guru-guru SD dan
mempraktekkan mata pelajaran guna mempersiapkan diri utk memegang suatu
pekerjaan (jabatan). Dengan dua bidang tersebut di atas, menunjukkan adanya
suatu usaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan orang-orang yang ingin bekerja,
di samping memberikan latihan dalam persiapan kerja yang sesuai dengan
potensinya. Setelah itu muncul beberapa bimbingan jabatan (Vocational Guidance)
dibeberapa daerah seperti “Balai Pembinaan Administrasi” (BPA) yang didirikan
di Yogyakarta, akhirnya sebagian tugasnya memberikan latihan kerja (job
training), kepada pegawai-pegawai dalam meningkatkan efisiensi kerja serta
latihan jabatan bagi kepala Kantor Pemerintahan Kodya Yogyakarta.
2) Pembahasan bimbingan dalam pendidikan formal dimulai
1960, mengadakan konferensi FKIP (sekarang IKIP) seluruh Indonesia. Walgito
(1993:19) mengatakan adanya konferensi FKIP seluruh Indonesia yang
diselenggarakan di Malang dari tanggal 20-24 Agustus 1960, dan memutuskan bahwa
BP dimasukkan dalam kurikulum FKIP, dengan adanya langkah yang lebih maju mengupas
masalah BP sebagai suatu ilmu yang ilmiah. Instruksi dari pihak Pemerintah BP
semakin maju di lingkungan sekolah-sekolah. Kemudian setelah adanya instruksi
dari pemerintah 1962 melaksanakan BP di sekolah menengah, saat terjadi
perubahan sistem pendidikan dari SMA sistem lama tentang jurusan A, B dan C
diganti dengan SMA sistem baru yang menggunakan jurusan seperti ilmu pasti,
sosial budaya. Sejak 1962 BK telah dirasakan sebagai kebutuhan. Kebutuhan
tersebut sebagai upaya penyaluran peserta didik pada jurusan yang sesuai dengan
kemampuan individual. Setelah itu bimbingan dilaksanakan di SD-PT, dalam
keadaan sederhana karena kurangnya tenaga yang profesional. Dua tahun kemudian
Depdikud pada seksi pendidikan mulai inspektorat SMA menerbitkan naskah “Pembimbing
dan Konseling” (1964). Naskah ini memuat suatu pedoman umum BP dilihat dari
segi-segi pelajaran sosial dan pribadi, penjurusan serta segi kesehatan di SMA.
Pedoman ini kurang mendapatkan operasional. Faktornya adalah kurangnya tenaga
ahli dan sebagai akibat dari banyak yang kurang memahami bimbingan serta adanya
situasi sosial politik sejak 1965 dengan sebutan sejarah G 30 S PKI. Kemudian
1967 perhatian terhadap BK kembali stabil yang didukung oleh dosen-dosen muda
IKIP yang belajar di Amerika. Setelah pulang ke Indonesia mereka mengadakan
seminar, lokakarya, penataran, rapat kerja dan semacam untuk memahami BK serta
berusaha menemukan perumusan ke arah ke arah perkembangan yang lebih maju.
Pada 1968, perhatian terhadap BK dengan munculnya kurikulum 1968 hanya mengenal dua jurusan (Paspal dan SosBud), walaupun usaha-usaha kongkrit dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah-sekolah belum memuaskan karena pelaksanaannya belum merata di sekolah-sekolah.






Next TajukPada 1968, perhatian terhadap BK dengan munculnya kurikulum 1968 hanya mengenal dua jurusan (Paspal dan SosBud), walaupun usaha-usaha kongkrit dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah-sekolah belum memuaskan karena pelaksanaannya belum merata di sekolah-sekolah.






Pencatatan Dalam Observasi
Observasi bukan sebenarnya kegiatan mencatat, karena kegiatan mencatat biasa nya di kelas disebut meringkas atau merangkum tugas, soal, atau pun PR yang ditulis di papan tulis atau buku LKS siswa.
Observasi lebih itu, ia meliputi beberapa kegiatan pokok diantaranya: Pemilihan, Pemilahan (memilah), Modifikasi, Pencatatan, Pengkodean, serta Revisi dan buat simpulan yang dilakukan secara ber urutan
Khusus pada kegiatan ini, ane akan jelaskan bagaimana seseorang melakukan Pencatatan Dalam Observasi
yakni, seorang tersebut harus memahami bahwasanya bahwasanya kaidah/ketentuan mencatat dalam observasi. Hanya 3 bekal aja yang perlu dipahami, baru boleh lanjut tambahannya., Yaitu pertama dalam mencatat pada observasi, diperlukan kata yang mudah dipahami orang yang akan di observasi, namun bukan melebih-lebihkan tentang perasaan orang tersebut sehingga data serta lembaran pada observasi menjadi loss atau fail (sebut aja itu tidak wajar). Kedua,





Tidak ada komentar:
Posting Komentar