Happy Nice Day

Flag Counter

Sabtu, 03 Juni 2017

Sing lungo jo di tangis - Metopentika Part 1

Padahal Diriku Ini Belum Melakukan Praktik Pengalaman Lapangan, (eh?) alias Magang
Lah, seperti mirip novel. Horee, akhirnya bisa saya buat novel
Dalam melaksanakan penelitian tindakan, proposal merupakan jalan pikiran tertulis dan merupakan rancangan penelitian yang bersifat tentatif *1). Oleh karena itu, penyusunan proposal perlu dilakukan secara lengkap dan mencakup komponen mendasar tentang apa yang dilakukan dalam penelitian, masalah apa yang dijadikan sumber penelitian, mengapa hal penelitian itu diperlukan, dan hasil apa yang didapatkan dalam penelitian tersebut  atau dikenal dengan 5W+1H *2).

Komponen proposal penelitian tindakan yaitu komponen What, Why, Who, Where, When, How (atau dikenal dengan 5W+1H) yaitu sebagai berikut. Masalah apa yang akan dipecahkan? Kondisi apa yang akan ditingkatkan? Judul/gagasan penelitian apa yang akan dibuat? (What). Mengapa penelitian tersebut dipilih? (Why). Siapa yang dilibatkan dalam penelitian itu? (Who). Dimana penelitian tersebut dilaksanakan? (Where). Kapan penelitian tersebut dimulai? (When). Serta, komponen terakhir adalah bagaimana cara menjabarkan/mendefinisikan penelitian itu (How).

Komponen-komponen proposal yang telah dijelaskan sebelumnya selanjutnya akan dikembangkan sebagai berikut. Judul penelitian dirumuskan secara SPJ *3)    à yaitu sbg berikut, singkat, padat, dan jelas. Selain itu, judul penelitian harus dibuat secara spesifik serta tidak menimbulkan penafsiran beragam bagi kalangan calon peneliti lain atau calon wisuda yang akan mengajukan skripsi pada umumnya *4). Masalah yang akan dikaji harus sesuai dengan judul yang akan diusulkan (selanjutnya lihat latar belakang masalah).

Sekian dulu yang saya sampaikan. Selanjutnya akan dilanjutkan part-part nya dikemudian hari. Jangan kemana-mana, bulan 8 nanti saya sudah magang alias PPL di salah satu sekolah. Salam by salah satu person yang demam posting di artikel, kuliah di semeseter 6 FKIP di slah satu kampus (sorry, saya kurang ingat dimana yah). Banyak catatan kakinye, see you next time. Oh diriku ini lupa, saya belum ikut ujian TOEFL untuk akreditasi stratata satu ini.


Catatan Kaki
*1) Lebih dikenal dengan tak pasti, awang-awang seperti kabut
*2) Biasa disebut Adikasimba bukan Adik dari kakaknya Simba. (hehehe..)
*3) SPJ bukan berarti surat pengesahan jabatan atau dan lain-lainnya yang sejenis
*4) Khusus untuk mahasiswa/i sudah tau cara membedakan mana yang sumber primer, mana
       yang sumber sekunder. Jangan terjebak dalam sumber tersier (cuma copas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar